Bergaya Arsitektur Tiongkok, Masjid Cheng Hoo Purbalingga Mempunyai Daya Tarik


Masjid Cheng Hoo
KoncoGuru-Selama ini kita mengenal Cheng Hoo sebagai seorang laksamana perang asal Negeri Yunnan yang gemar melakukan pelayaran ke berbagai daerah, khusunya di Asia Tenggara dan kawasan nusantara pada saat itu. Namun, tahukah anda bahwa laksamana Cheng Hoo ini adalah seorang muslim dan mempunyai nama panjang Muhammad Cheng Hoo. Laksamana Cheng Hoo adalah seorang pemimpin handal yang terbukti mampu memimpin armada lautnya menjelajahi berbagai kawasan di asia bahkan dunia. Oleh karena itu, saya tidak ragu untuk meyebut Laksamana Cheng Hoo ini sebagai salah satu traveler hebat di dunia. Kalau zaman dulu sudah ada teknologi canggih seperti internet di era sekarang, mungkin saja beliau akan membuat vlog tentang perjalanannya membelah lautan dan singgah di berbagai wilayah di dunia.

Dalam berbagai literature, laksamana Cheng Hoo memang belum pernah datang ke Purbalingga, namun di Purbalingga sendiri terdapat sebuah masjid dengan gaya arsitektur Tiongkok, masyarakat sekitar menyebut bangunan ibadah ini dengan nama Masjid Cheng Hoo.

Masjid Cheng Hoo sendiri terletak di Desa Salaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Jika anda menuju Pemalang via Purbalingga, anda akan dengan mudah menjumpai masjid unik ini karena memang letaknya tepat di seberang jalan raya Purbalingga-Bobotsari.

Masjid yang diresmikan pada tahun 2011 ini diprakarsai oleh seorang muallaf  Tionghoa bernama Thio Hawa Kong atau Heri Susatyo dan pada tahun 2004 beliau bersama dengan masyarakat sekitar mulai merintis untuk membangun masjid yang saat ini menjadi salah satu ikon pariwisata di Purbalingga.

Berbeda  seperti masjid-masjid pada umumnya, kubah pada masjid Cheng Hoo berbentuk menyerupai pagoda yang bertingkat-tingkat. Di bagian sisi tiap sudut pagoda itu terdapat hiasan berbentuk naga yang menegaskan salah satu kebudayaan Tiongkok.
Masjid yang mengadopsi gaya Tiongkok ini didominasi oleh warna merah di setiap sisinya, mirip dengan warna klenteng di berbagai daerah di Indonesia. Masjid Cheng Hoo ini juga ditopang oleh pilar-pilar unik yang masih berarsitektur Tionghoa dengan warna merah. Ketika anda memasuki pintu masuk masjid, anda akan menjumpai tulisan kanji berwarna kuning keemasan di atas papan berwarna hitam. Bagian Jendela masjid Cheng Hoo berbentuk segi delapan dengan tepian yang dibalut warna merah dan kuning.

Bagian Depan Masjid Cheng Hoo
Di bagian salah satu sisi pintu masuk utama terdapat sebuah bedug yang berwarna merah. Bedug ini adalah salah satu keunikan masjid hasil akulturasi budaya Tiongkok dan Jawa ini karena jarang sekali kita menjumpai bedug di sebuah masjid yang berwarna merah.
Bagian Atap Masid Cheng Hoo
Setelah kita masuk ke dalam masjid ini, suasan adem nan sejuk akan membuat kita makin khusu untuk beribadah. Ketika kita mendongak ke atas saat berada di dalam masjid, kita akan melihat langit-langit masjid yang indah berhias lampu gantung tepat di tengahnya. Hal yang unik lagi saat kita melihat bagian langit-langit bangunan bagian dalam adalah ada sebuah tulisan arab yang berbunyi “Allah” yang dibuat dengan tarikan garis lurus sehingga nyaris tak terlihat kalau itu adalah tulisan arab yang berbunyi “Allah”
Semoga dengan keunikan Masjid Cheng Hoo yang berdiri megah di Purbalingga ini tidak hanya digunakan untuk sekedar tempat singgah untuk berfoto saja, tapi lebih ke tujuan ibadah kepada Tuhan dan semoga masjid ini juga bisa menjadi bukti kalau Indonesia tidak hanya didominasi oleh salah satu kebudayaan saja, tetapi berbagai macam budaya seperti Masjid Cheng Hoo yang merupakan bangunan ibadah perpaduan budaya Tionghoa dan Islam.

Comments