Moke, Minuman Tradisional Simbol Kebersamaan dan persahabatan Orang Flores

Foto: Yogo Pratomo


KoncoGuru-Mungkin sebagian dari kita terlalu asing mendengar kata “Moke”. Yap, Moke atau di Jawa lebih dikenal dengan arak adalah sebuah minuman tradisional khas dari Flores. Moke berasal dari pohon aren dan ada juga yang berasal dari pohon enau. Jenis moke dibagi menjadi dua, yang pertama adalah moke putih atau tuak dan yang kedua adalah moke arak.

Moke Putih
Moke Putih
Moke putih ini adalah hasil dari sadapan pohon lontar atau pohon enau. Moke putih ini jika baru  di sadap atau orang sini menyebutnya diiris mempunyai rasa manis dengan sedikit kandungan soda. Namun jika sudah satu hari, rasanya akan berubah menjadi asam. Moke putih mempunyai rasa yang manis dan menyegarkan, namun jangan minum terlalu banyak karena moke putih ini bisa menyebabkan kantuk.

Moke Arak
Moke Arak. Foto: Yogo Pratomo
Selanjutnya adalah moke arak, moke arak juga dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kualitas sulingannya. Moke putih yang disuling satu kali disebut dengan arak biasa, sedangkan moke biasa yang disuling kembali biasa disebut dengan arak bakar menyala atau di sini lebih dikenal dengan arak BM. Moke arak ini mempunyai kadar alkohol yang bervariasi tergantung berapa kali penyulingannya.  Uniknya, biasanya warga lokal mengemas moke ini di botol air mineral. Namanya minuman beralkohol, minumlah secukupnya dan jangan berlebihan.

Di Flores sendiri ada beberapa daerah penghasil moke yang terkenal, salah satunya adalah Aimere. Di Aimere kita bisa dengan mudah menjumpai minuman khas ini yang dijual bebas di pinggir jalan maupun di kios-kios yang berada di Aimere. Hal tersebut memang dianggap wajar karena memang di Aimere sendiri ada begitu banyak tempat penyulingan moke yang dikelola masyarakat secara swadaya. Selain itu di Aimere dengan cuaca dan  tekstur tanahnya yang berbukit dan dekat pantai, menyebabkan pohon aren sangat subur tumbuh di sini.

Moke sendiri bagi masyarakat di sini bukan saja sekedar minuman biasa, namun lebih dari itu. Moke adalah sebuah simbol kebersamaan dan persahabatan. Moke biasa diminum pada saat acara-acara adat seperti peresmian rumah adat baru atau Kasao, upacara selamatan, sampai upacara adat Reba. Selain itu moke juga biasa digunakan pada acara non-adat seperti acara pernikahan dan acara sambut baru bagi agama Katolik dan Protestan.
Tempat Pemnyulingan Moke. Foto: Yogo Pratomo
Dalam kehidupan sehari-hari, moke biasa diminum setelah makan. Biasanya yang diminum jenis moke putih, tapi terkadang ada juga yang meminum moke arak. Moke arak juga biasa diminum masyarakat saat kumpul-kumpul atau kalau di sini biasa disebut dengan “Nalo”. Nalo mempunyai pengertian duduk melingkar sambil meminum moke yang disuguhkan bersama dengan ikan bakar, lawar, dan pisang atau nasi. Jika anda pergi ke Flores dan singgah di Aimere, moke bisa menjad salah satu minuman tradisional yang harus anda coba.

Comments